About Me

Jasa Menghapus Malware (Virus) Komputer Tanpa Format

Stres karena laptop bervirus dan tidak ingin diformat? Di sini solusinya.

Jauhi Aplikasi RAM Booster dan Task Killer Pada Android

Sering menggunakan aplikasi pembersih seperti Clean Master? Hati-hati!

Pohon Soekarno, Hadiah Sang Proklamator bagi Arab Saudi

Pohon inilah yang mengurangi efek panas terhadap umat islam yang menuaikan ibadah Haji di sana

Hyperloop Siap Bangun Transportasi Tercepat di Indonesia

Lebih cepat dari pesawat penumpang, hanya kalah cepat dari pesawat tempur. Wow!

5 Bukti Bahwa Smartphone Ubah Manusia Menjadi 'Zombie'

Bukti bahwa kecanduan Smartphone sudah sangat meresahkan.

Tuesday, 3 April 2012

Bahaya Pijat Refleksi


Bagi teman-teman yangg SERING PIJAT REFLEKSI, hati-hati jika kepala pusing/penat jangan asal sembarang refleksi! Tes tekanan darah dulu sebelum refleksi, tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg didefinisikan sebagai "normal" (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah_tinggi)

Dikutip dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=387208221716:

Kejadian ini sekitar 2 minggu lalu Ayah sahabat saya mengeluh kepalanya pusing, penat, béngél. Maka dia pergi refleksi diantar sopirnya tanpa pamit ke istrinya. Sesampai di refleksi, dipijat, tiba-tiba beliau ngorok dan tidak bangun-bangun, akhirnya dilarikan ke Siloam Hospital gubeng, dan kemudian dipindah ke mitra keluarga sudah dalam kondisi koma. Di MRI dan CT scan, ternyata memang kondisi saat beliau refleksi, dalam konfisi tekanan darah tinggi (sistole 190), sehingga saat direfleksi, pas terkena urat yang memicu pembuluh darah di batang otak pecah, yang mengakibatkan beliau langsung koma, tidak pernah sadar dan 1 minggu kemudian beliau meninggal.

Semua saraf penting bermuara di telapak kaki. Jadi guys better be careful, kalau kepala anda serasa mau pecah, periksa tekanan darah anda sebelum memutuskan untuk refleksi.

Sebarkan informasi ini kepada mereka yang suka Refleksi.

Kambing Kaki 7 Dari Gresik


Seekor anak kambing yang baru berusia lima hari, membuat heboh warga karena memiliki keanehan fisik. Kambing ini memiliki tujuh kaki, empat di antaranya di posisi yang normal seperti kambing lainnya, sementara tiga lainnya menempel di tubuh sebelah kanan.

Kambing unik ini, kini hanya menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak dan menjadi tontonan warga.

Kambing milik Aman Sunarto (37), warga Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu kini dipelihara di halaman belakang rumah.

Melihat kondisi fisiknya, anak kambing tersebut diduga akan terlahir kembar tetapi tidak sempurna.

Meski dua kaki tambahannya bisa menginjak tanah, namun tampaknya cukup merepotkan kambing yang belum diberi nama itu. Jalannya sempoyongan karena belum mampu menjaga keseimbangan.

Serial Kartun Angry Birds Akan Hadir di Layar Kaca


Rovio, pengembang game Angry Birds, mengumumkan bahwa serial kartun Angry Birds akan segera hadir di layar kaca paling lambat akhir tahun ini. Hal ini disampaikan Nick Dorra, Head of Animation Rovio, dalam konferensi MIPTV di Cannes, Perancis.

Menurut Dorra, serial kartun Angry Birds akan menjadi acara mingguan. Rovio telah menyiapkan 52 episode dengan durasi masing-masing 3 menit.

Serial kartun ini akan menjadi tambahan yang alami bagi karakter dalam game yang memang sudah kuat.

Stres Bikin Pilek Susah Pergi


Merasakan pilek yang tak kunjung sembuh? Bisa jadi hal ini disebabkan oleh tubuh yang tengah mengalami stres, karena stres membuat pilek jadi lebih parah dan sulit pergi.

Sebuah studi baru menemukan stres yang dialami seseorang terlebih stres kronis membuat penyakit pilek lebih menyedihkan dan menyebabkan peradangan (inflamasi) berlangsung lama. Kondisi ini disebabkan oleh kortisol, hormon stres yang berperan dalam respons inflamasi tubuh.

"Gejala-gejala flu tidak disebabkan langsung oleh virus, mereka disebabkan oleh respons inflamasi terhadap infeksi," ujar Sheldon Cohen, profesor psikologi dari Carnegie Mellon University di Pittsburgh, seperti dikutip dari ABCNews, Selasa (3/4/2012).

Antara 50 Hz dan 60 Hz


Frekuensi, selain tegangan dan arus, adalah besaran yang akan dikonfirmasi oleh setiap orang yang akan memakai suatu peralatan listrik. Jawabannya pun hanya antara 50 Hz dan 60 Hz, asal frekuensi peralatan tersebut sudah cocok dengan jaringan listrik yang ada maka alat tersebut akan baik-baik saja. Selama ini kita tahu dan menerima saja bahwa ada dua jenis frekuensi yang dipakai di sistem tenaga, namun, mengapa 50 Hz dan 60 Hz? Tulisan ini akan mengulas singkat tentang frekuensi-frekuensi tersebut pada sistem tenaga listrik kita.

Frekuensi

Frekuensi secara umum dapat diartikan sebagai jumlah kemunculan suatu kejadian yang berulang pada suatu jangka waktu tertentu. Frekuensi didefinisikan sebagai jumlah periode gelombang yang terjadi selama 1 detik. Mengacu pada SI, satuan frekuensi adalah Hertz yaitu jumlah siklus per detik. Nama ini diberikan sebagai penghargaan kepada Heinrich R. Hertz atas kontribusinya pada bidang gelombang elektromagnetik.

Pada sistem tenaga listrik, istilah frekuensi diasoasikan dengan frekuensi tegangan dan arus listrik. Frekuensi ini diperoleh dari kombinasi jumlah putaran dan jumlah kutub listrik pada generator di pembangkit listrik. Pada awal sejarah munculnya listrik, pemahaman terhadap frekuensi tidak seperti yang sekarang ini kita semua pahami. Pada masa itu frekuensi lebih dipahami sebagai banyaknya jumlah perubahan polaritas (alternasi) per menit, akibatnya pada masa tersebut banyak kita temui frekuensi sistem tenaga yang apabila kita ubah ke definisi frekuensi modern akan menghasilkan angka yang tidak lazim, seperti 83 Hz atau 133 Hz.

Laba-laba Sukses Membuat Sarang di Antariksa


Sungguh mencengangkan laba-laba yang dikirim ke stasiun antariksa internasional (ISS) sukses membuat sarang. Keberhasilan ini menarik untuk dipelajari karena hewan tersebut melakukannya di ruang tanpa bobot.

"Dua ekor laba-laba yang pemberani di stasiun antariksa internasional telah berhasil mengatasi kebingungannya sampai dapat menenun jaring yang menakjubkan di gravitasi nol," ujar salah seorang astronot.
Laba-laba penenun itu diangkut ke ISS awal minggu lalu bersama para astronot yang menumpang pesawat ulang alik Endeavour. Saat sehari di ruang angkasa, laba-laba tersebut terlihat membuat pola jaring yang tidak jelas. Namun, beberapa hari kemudian laba-laba tersebut berhasil membuat jaring yang teratur.

Bagaimana Proses Pembusukan Pada Mayat?


Pembusukan mayat nama lainnya dekomposisi/putrefection. Pembusukan mayat adalah proses degradasi jaringan terutama protein akibat autolysis dan kerja bakteri pembusuk terutama clostridium welchii. Bakteri ini menghasilkan asam lemak dan gas pembusukan berupa H2S, HCN, AA. H2S akan bereaksi dengan hemoglobin (Hb) menghasilkan HbS yang berwarna hijau kehitaman. Syarat terjadinya degradasi jaringan yaitu adanya mikroorganisme dan enzim proteolitik.

Proses pembusukan telah terjadi setelah kematian seluler dan baru tampak oleh kita setelah kira-kira 24 jam kematian. Kita akan melihatnya pertama kali berupa warna kehijauan (HbS) didaerah perut kanan bagian bawah yaitu sekum (caeccum). Lalu menyebar ke seluruh perut dan dada dengan disertai bau busuk.