About Me

Jasa Menghapus Malware (Virus) Komputer Tanpa Format

Stres karena laptop bervirus dan tidak ingin diformat? Di sini solusinya.

Jauhi Aplikasi RAM Booster dan Task Killer Pada Android

Sering menggunakan aplikasi pembersih seperti Clean Master? Hati-hati!

Pohon Soekarno, Hadiah Sang Proklamator bagi Arab Saudi

Pohon inilah yang mengurangi efek panas terhadap umat islam yang menuaikan ibadah Haji di sana

Hyperloop Siap Bangun Transportasi Tercepat di Indonesia

Lebih cepat dari pesawat penumpang, hanya kalah cepat dari pesawat tempur. Wow!

5 Bukti Bahwa Smartphone Ubah Manusia Menjadi 'Zombie'

Bukti bahwa kecanduan Smartphone sudah sangat meresahkan.

Sunday, 1 June 2014

Dua Pria Kreatif Membuat Kebun Sayuran Dalam Bunker Bekas Perang Dunia ke-2


Bawah tanah kota London menyimpan sisa peninggalan Perang Dunia kedua lalu yang masih kokoh berdiri. Bunker yang sangat luas yang telah terabaikan selama puluhan tahun ini kini kembali dapat bermanfaat. Namun, kali ini tidak ada hubungannya dengan perang. Dua pria kreatif, Richard Ballard dan Steven Dring menggunakan bekas bunker ini untuk menumbuhkan aneka tanaman.

Seperti dilansir weburbanist.com, keduanya mengadakan sebuah eksperimen untuk membuat kebun bawah tanah di area yang terletak di ibukota negara Inggris tersebut.

Membuat kebun di bawah tanah ternyata justru memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, tidak perlu khawatir dengan serangan hama dan serangga, karena mereka tidak hidup di dalam tanah. Kelebihan lainnya adalah mereka dapat berhemat air sekitar 70%. Tanaman di dalam tanah tidak membutuhkan banyak air untuk tumbuh. Mereka hanya perlu memberikan cahaya untuk tumbuhan sehingga dapat berfotosintesis.



Dengan kebun ini, mereka dapat menyediakan bahan sayuran untuk restoran yang ada di atasnya tanpa dipengaruhi oleh waktu. Tanaman yang tumbuh di sana di antaranya coriander, bawang, lobak, dan sebagainya.

Menarik bukan? Simak foto-foto kebun bawah tanah ini pada galeri berikut.

Inilah Bunker Bekas Perang Dunia yang Sempat Terlupakan. 

Richard Ballard dan Steven Dring Memanfaatkan Tempat Ini untuk Menumbuhkan Tanaman. 

Salah Satu Sudut Bunker yang Dimanfaatkan untuk Menanam. 

Panen!

Di Tempat Ini Tak Perlu Khawatir Serangan Hama. 

Hanya Perlu Menambahkan Cahaya untuk Fotosintesis Tanaman dan Air yang Lebih Sedikit Dari Biasanya

Berbagai Tanaman yang Tumbuh di Sana. 

Tanaman Ini Dikemas dan Dijual. Salut! 

Sumber: http://www.vemale.com/inspiring/people-we-love/62567-dua-pria-kreatif-membuat-kebun-sayuran-dalam-bunker-bekas-perang-dunia-ke-2.html

5 Suara Misterius yang Hingga Kini belum Terungkap


Banyak hal di dunia ini yang masih tidak bisa dijelaskan, meski dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang didukung teknologi tercanggih. Seperti halnya foto penampakan hantu, monster dan misteri lain. Beberapa suara berikut adalah rekaman yang diyakini sebagai rekaman suara alien, monster hingga suara hantu. Dilansir dari weburnist.com dan lihat.co.id , berikut adalah beberapa rekaman suara yang masih menjadi misteri:

1. Suara Alien Menyapa



University of Iowa pernah menerima gelombang suara dari luar angkasa. Oleh tim peneliti suara tersebut lalu dilakukan pengecekan dan mendapat hasil yang cukup mengejutkan. Suara yang terekam mirip dengan suara nada musik bahkan beberapa bagian mirip dengan suara orang yang sedang berpidato. Bahkan hasil cetak yang ditunjukan oleh Dr Jerry Ehman menunjukkan hasil sinyal bertuliskan huruf "wow".



Penelusuran menunjukan asal suara tersebut berasal dari sekitar rasi bintang Sagitarius. Dugaan astronom suara tersebut berasal dari tabrakan antar bintang atau satelit.

2. Suara Pidato di Planet Saturnus



Suara seperti pidato tertangkap satelit NASA berasal dari Saturnus pada tahun 2004. Suara tersebut cukup menakutkan karena dikirim oleh NASA yang berupa data suara ke Bumi.

Pihak University of Iowa melakukan pengecekan dan mendapat hasil yang cukup mengejutkan. Suara yang terekam mirip dengan suara nada musik bahkan beberapa bagian mirip dengan suara orang yang sedang berpidato.



3. Suara Kodok di Perang Dingin



Perang dingin antara Uni Soviet dan blok barat di lautan Siberia menyisakan cerita misterius. Selama perang berlangsung, ketika banyak kapal selam berpatroli di Atlantik Utara dan Samudera Arktik, kapal selam berkali-kali menangkap suara aneh yang terdengar seperti suara kodok.

Karena berada di lautan dalam, mustahil jika suara tersebut berasal dari kodok. Oleh pihak Soviet suara tersebut dianggap sebagai taktik Amerika sementara oleh kalangan ilmuwan, suara tersebut diyakini berasal dari hewan dasar laut.

4. Suara Ledakan Bom Misterius



Pada tahun 1987, terjadi sebuah ledakan yang terdengar di Bell Island off Newfoundland di Kanada. Meski suara tersebut sanggup meledakan sebuah rumah, namun tidak diketahui darimana suara ledakan itu berasal.

History Chanel mencoba menerjemahkan suara tersebut sebagai senjata elektromagnetik. Belum terpecahkannya misteri tersebut, pada tahun 2010 di Pensylvania kembali terdengar suara ledakan yang sama.

Menurut Kim Owen, salah seorang warga yang ikut menyaksikan suara ledakan, "Saya mendengar suara ledakan yang sangat keras, pintu depan rumah saya juga bergetar," ujar Kim.

5. Suara Misterius di Dalam Laut



Pada tahun 1997, ilmuwan dikejutkan dengan kemunculan suara di dalam lautan Samudera pasifik. Suara ini diberi nama The Bloop. The Bloop terekam oleh sensor dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk memantau kejadian alam di lautan.



Pihak NOAA mengatakan mustahil jika itu suara berasal dari manusia, dugaan kuaat suara tersebut berasal dari sejenis mahkluk hidup yang mencoba melakukan komunikasi. Meski dari jenis suaranya bisa berasal dari mahkluk yang besar, ilmuwan meyakini itu bukan berasal dari ikan paus.

Sumber: http://forum.viva.co.id/misteri/1637583-5-suara-misterius-yang-hingga-kini-belum-terungkap.html

Sapi-sapi di Swiss Punya Lubang Intip


Para peneliti di Swiss melubangi tubuh sapi guna melihat apa saja makanan yang dikonsumsi oleh sapi-sapi yang ada dipeternakan.

Kecanggihan ilmu teknologi dan pengetahuan yang berkembang cepat saat ini lantas tak membuat para peneliti di Swiss meninggalkan cara konvensional untuk melakukan penelitian terhadap hewan ternak berikut ini.
Seperti yang dilansir dari Dailymail, dengan latar belakang untuk meneliti apa saja yang dimakan oleh ternak khususnya sapi, para peneliti dari Agroscope, Grangeneuve, Swiss, melubangi perut sapi-sapi yang berada di peternakan mereka.



Para peneliti tersebut membuat lubang sebesar 20 cm di salah satu sisi perut sapi. Mereka menggunakan lubang tersebut untuk memasukkan kanula. Dengan menggunakan kanula, maka lubang pada perut sapi itu terus dibiarkan terbuka sehingga mirip "lubang intip".

Dengan begitu mereka akan mengetahui dengan jelas apa yang dimakan dan proses pencernaan sapi. Selama proses penelitian, sapi-sapi tersebut hanya diberi makan gandum dan rumput. Sebagian dari makanan yang telah dicerna oleh sapi akan diambil untuk diteliti melalui lubang itu.



Setelah diteliti, hasilnya digunakan untuk membantu peternak memberikan makanan yang lebih seimbang untuk sapi. Para peneliti mengklaim, proses ini untuk meningkatkan energi efisiensi pada sapi. Hal tersebut karena dapat membantu lingkungan yaitu menurunkan jumlah metana yang dihasilkan hewan.

Selama pemasangan dan proses penelitian lewat kanula, sapi-sapi itu dibius. Dengan demikian sapi-sapi tidak merasakan sakit ketika sedang diperiksa. Namun praktik yang sudah dilakukan sejak tahun 1833 itu banyak menuai kritikan. Organisasi Pelindung Hewan menganggap bahwa praktik tersebut adalah penyiksaan karena lubang itu selalu terbuka.

Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/2055553/sapi-sapi-di-swiss-punya-lubang-intip

Kanzi Bonobo, Simpanse yang Gemar Memasak


Simpanse merupakan mamalia yang sangat pintar. Kepintaran mereka bahkan mendekati manusia. Saking pintarnya, simpanse yang ini bahkan bisa memasak sendiri.


Kanzi bonobo, yang hidup di Amerika saat menikmati sebuah marshmallow yang telah dibakar sendiri dengan api yang dibuatnya.



Kanzi bonobo, sedang asik memanggang marshmallownya. Kanzi yang lahir 28 Oktober 1980 dapat berkomunikasi menggunakan lexigrams.



Kanzi bonobo yang tinggal di Illinois mengumpulkan rumput dan daun-daunan kering untuk membuat api. Banobo membuat api untuk memanggang marshmallow yang dimilikinya.



Kanzi bonobo, sedang asik memanggang marshmallow dengan ranting dan api yang dibuatnya sendiri. Ia membuat api dengan mengumpulkan ranting dan rumput dan menyalakannya menggunakan korek api.

Sumber: http://forum.viva.co.id/beranda-foto-video/1563756-kanzi-bonobo-simpanse-yang-gemar-memasak.html

5 Film Ini Menceritakan Keadaan Bumi di Masa Depan


Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan bumi di masa depan nanti, tapi setidaknya sudah ada sedikit gambaran dari apa yang terjadi sekarang. Sepertinya gambaran-gambaran itu menginspirasi para produser film untuk membuat film yang mengisahkan keadaan bumi di masa depan.

Berikut kami sudah mengumpulkan beberapa film yang menceritakan keadaan bumi di masa depan. Film ini juga bisa menjadi peringatan agar kita senantiasa menjaga bumi ini.

5. The Book of Eli



Film yang dirilis pada tahun 2010 lalu ini mengisahkan keadan bumi yang hancur total akibat perang besar. Dalam film yang disutradari oleh Hughes bersaudara ini juga menambahkan sebuah buku kitab yang menentukan nasib umat manusia yang harus mulai lagi dari awal.

The Book of Eli juga bisa menjadi gambaran keadaan bumi di masa depan yang mungkin saja hancur akibat perang besar atau perang nuklir. Saat itu, manusia yang selamat dari perang harus memulai lagi kehidupan yang berbeda dari kehidupan sebelum perang. Manusia akan saling melukai, mencuri, membunuh bahkan memakan sesama manusia alias kanibalisme karena persediaan makanan yang ikut hancur akibat perang.

4. The Day After Tomorrow



Kalian pasti tahu tentang film The Day After Tomorrow yang menceritakan bumi dilanda bencana alam besar-besaran akibat pemanasan global. Bahkan dalam film yang disutradarai oleh Roland Emmrich ini menceritakan bumi bagian utara secara keseluruhan tertutup es.

Pada dasarnya film ini mengingatkan kita untuk mengurangi pemanasan global yang semakin hari semakin panas. Tapi, manusia masih tidak bisa menjaga alam, dan malah membuatnya semakin buruk dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Jika hal ini terus berlanjut, mungkin saja di masa depan bumi ini akan dilanda cuaca ekstrim seperti dalam film The Day After Tomorrow, yang akan membawa manusia kembali ke zaman es.

3. Terminator Salvation



Film yang merupakan seri keempat dari film Terminator ini menceritakan peperangan antara umat manusia yang dipimpin oleh John Conner (Christian Bale) melawan para robot yang dikendalikan oleh Skynet. Mereka berjuang melawan para mesin itu untuk bisa hidup bebas lagi.

Sangat jelas, film ini pada dasarnya menceritakan keadaan umat manusia yang dikuasai oleh para mesin yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Kemajuan teknologi membuat manusia berpikir untuk menciptakan sesuatu yang lebih praktis, salah satunya robot. Bukannya membuat robot itu patuh pada manusia, malah ia memberontak dan melawan manusia. Siapa tahu hal seperti ini bisa terjadi di masa depan.

2. Waterworld



Waterworld menceritakan keadaan bumi di masa depan yang hampir seluruh daratan tertutupi oleh air karena es di kutub mencair. Dalam film ini manusia berusaha menemukan sebuah daratan yang katanya belum tenggelam dalam air. Selain itu, manusia harus bisa bertahan hidup dengan hanya meminum air laut yang asin.

Mengingat lapisan es di kutub yang semakin lama semakin mencair akibat pemanasan global, tidak memungkinkan bumi ini akan ditutupi oleh air di masa depan nanti. Pencairan es di kutub tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri yang menjadi penyebab utama pemanasan global.

1. 2012



Meskipun film 2012 cenderung lebih menceritakan keadaan bumi yang akan berakhir pada tahun 2012, namun bisa saja bencana alam besar seperti dalam film ini akan terjadi di masa depan.

Sebenarnya film ini bukan menceritakan kiamat sungguhan, melainkan menceritakan proses bumi kembali lagi ke tahap awal. Seluruh umat manusia yang selamat harus bisa memulai hidup dari awal lagi setelah bencana alam dahsyat itu. Dan keadaan bumi pasca bencana benar-benar berbeda, di mana tidak ada polusi, dan daratan-daratan baru yang terbentuk akibat naiknya air laut selama bencana terjadi.

Sumber: http://wowmenariknya.blogspot.com/2014/05/5-film-ini-menceritakan-keadaan-bumi-di.html

Saturday, 31 May 2014

Ulat ini Mampu Berkamuflase Menjadi Ular


Banyak binatang yang mampu melakukan penyamaran untuk bertahan atau menyergap mangsa. Namun yang dilakukan oleh ulat dari spesies ngengat Hemeroplanes Triptolemus terbilang sangat luar biasa. Mereka mampu menyamar menjadi reptil yang sangat ganas yaitu ular.

Daniel Janzen, seorang ahli biologi dari Universitas Pennsylvania, mempunyai koleksi foto wujud menakutkan ulat itu. Menurut laporan surat kabar Daily Mail, Janzen mengambil foto-foto ulat itu di Area de Conservacion Guanacaste, Kosta Rika. Negara di Amerika Latin itu memang dikenal kaya akan keragaman hayati dan menjadi tempat di mana ulat-ulat memiliki wujud yang unik.











Sumber: http://uniqpost.com/115477/ulat-ini-mampu-berkamuflase-menjadi-ular/

10 Planet Paling Mematikan Di Alam Semesta


Jagat raya miliki jutaan bintang. Tak bisa dihitung secara pasti sebab langit seakan tak miliki dinding. Namun 10 planet paling mengerikan berikut, jangan berani bermimpi untuk mengunjunginya. Menurut situs Listverse, planet-planet ini tak sekadar tak bisa ditinggali, namun juga mematikan.

10. Planet Karbon



Planet ini disebut demikian sebab miliki kadar karbon yang cukup tinggi. Air lautnya berupa minyak mentah dan tar. Permukaan planet menggelembung dengan bau busuk metana.

9. Neptunus



Planet ini miliki arus angin yang mengerikan. Disebut Jet-Stream, kecepatannya bisa sampai 1.500 mil per jam dengan membentuk badai seukuran planet Bumi. Jika ada manusia di sana, kemungkinan akan hancur dan hilang terhempas akibat pusaran angin yang kuat.

8. 51 Pegasi b



Planet ini berukuran 150 kali lebih besar dari Bumi yang sebagian besar mengandung hidrogen dan helium. Planet 51 Pegasi b miliki suhu yang luar biasa panas. Temperaturnya bisa mencapai 1.000 derajat celcius. Dengan udara panas ini bisa akibatkan angin kencang hingga 1.000 km per jam.

7. COROT exo-3b



Dengan massa 20 kali lebih berat dari Jupiter, manusia akan bertambah berat 50 kali lipat di planet. Coba bayangkan jika ada seekor gajah yang menimpa Anda. Itulah rasanya bila hidup di planet COROT exo-3b.

6. Mars



Planet Mars dikenal dengan badai debunya. Badai ini bisa bergerak cepat ke seluruh planet dalam beberapa jam saja. Badai debu ini ada karena partikel debu di udara menyerap sinar matahari serta pemanasan atmosfer di sekitarnya.

5. WASP-12b



Planet ini adalah planet terpanas yang pernah ditemukan. Suhu di permukaan bisa capai 2.200 derajat celcius. Permukaan planet WASP-12b miliki temperatur setengah dari suhu permukaan matahari. Bayangkan saja bagaimana dahsyatnya.

4. Jupiter



Planet ini kerap dilandai badai disertai angin berkecepatan 400 mill per jam. Badai tersebut juga diikuti kilatan petir 100 kali lebih terang daripada bumi.

3. Pluto



Pluto secara teknis tidak dikategorikan sebagai planet. Di Pluto sendiri suhu permukaan bisa mencapai minus 238 derajat celsius. Anda bisa membayangkan bagaimana dinginnya suhu di permukaan Pluto.

2. CoRoT-7b



Planet ini tak miliki karbon dioksida, air, dan nitrogen. Selain tak layak huni, planet CoRoT-7b miliki bahaya vulkanik yang cukup tinggi. Bahkan lebih berbahaya lagi daripada planet Jupiter yang milki 400 gunung berapi aktif yang bisa meletus setiap saat.

1. Venus



Planet ini miliki gas beracun yang sangat berbahaya. Meski miliki gravitas 90% dari Bumi namun planet ini miliki tekanan 100 kali dari Bumi. Jika berjalan di permukaan Venus akan seperti berjalan di kedalaman 3.000 meter dalam air. Ini belum ditambah suhu temperatur yang mencapai 475 derajat celcius.

Sumber: http://www.kaskus.co.id/thread/5387334a8e07e7b57e8b4660/10-planet-paling-mematikan-di-alam-semesta/