Kelumpuhan atau disabilitas tak cuma dipicu oleh gangguan fisik seperti cedera akibat kecelakaan lalu lintas tapi juga gangguan jiwa. Bahkan dibanding kecelakaan, depresi diproyeksikan lebih banyak memicu disabilitas pada tahun 2020.
Proyeksi yang dibuat berdasarkan World Health Report tahun 2001 menunjukkan, gangguan depresi menempati urutan ke-4 penyebab utama disabilitas tahun 2000. Posisi 1 hingga 3 ditempati oleh infeksi respirasi bawah, kondisi perinatal dan HIV-AIDS.
Seiring perkembangan zaman yang diikuti perubahan gaya hidup menjadi semakin moderen, pada tahun 2020 depresi akan menjadi penyebab utama disabilitas ke-2 di bawah penyakit jantung iskhemik. Peringkat ini lebih tinggi dibanding kecelakaan lalu lintas di urutan kedua.







