Ayah dan ibunya mati kelaparan di Korea Utara.
Kondisi yang mengenaskan di Korea Utara membuat banyak rakyatnya pilih membelot, kabur ke luar negeri. Mereka mengaku hidup susah di Korut, kelaparan dan terkekang kebebasannya.
Salah satu pembelot adalah Kim, 42, bekas letnan satu angkatan bersenjata Korut yang lari ke China pada 2011. Dia hengkang setelah membunuh komandannya yang hendak menangkap Kim dan tentara lainnya yang membangkang pada pemimpin baru Kim Jong-un.
Menurut Kim, saat itu militer Korut terpecah belah, antara pendukung Kim Jong-un dan Presiden Kim Yong-nam, usai kematian Kim Jong-il. Para penentang Kim Jong-un di kemiliteran diberangus, beberapa ditangkap.












