Bagaimana jadinya jika anda makan sekaligus menyantap alat makannya sekaligus?
Kali ini, guyonan biasa di meja makan itu bukan lagi sekadar kelakar atau bercanda, tapi benar adanya. Serius, sekarang, makan sudah bisa dengan piring-piringnya sekalian. Karena, piring itu terbuat dari terigu yang sudah dimasak. Hmm.. kedengarannya yummy!
Satu perusahaan di Taiwan telah memulai memproduksi peralatan makan yang terbuat dari bahan terigu, yang memungkinkan publik memakannya setelah menghabiskan makanan di atas meja. Kalaupun sudah kenyang, piring, gelas, ataupun mangkuk itu bisa direbus dan kemudian diberikan pada binatang piaraan.
Terdengar menarik dan ramah lingkungan, bukan?
Ide brilian itu dikembangkan Chen Liang-erh. Ia menciptakan piring dan peralatan makan yang bisa dimakan. Awalnya dibuat dari oatmeal atau bubur gandum. Dia butuh waktu yang tidak sedikit untuk trial and error. Tidak tangung-tanggung, Chen menghabiskan waktu hampir sepuluh tahun untuk riset dengan total biaya sekitar 1,48 juta dollar AS.
Dari produk yang bentuknya biasa saja dan satu warna, kemudian berkembang menjadi lebih berwarna dan beragam sehingga tampak lebih menarik dan sekilas tidak akan tampak meyakinkan kalau bisa juga dimakan karena kemiripannya dengan piring biasa yang sering digunakan.