
Oksitosin sebelumnya dikenal sebagai "hormon cinta". Hormon alami ini dapat meningkatkan perasaan empati dan kedekatan (bonding), khususnya di antara para orang dan anak-anaknya.
Riset terbaru menemukan bahwa hormon ini pun dapat memperbaiki kemampuan sosial kalangan kuper dan pemalu, walaupun efeknya tak terlalu besar pada mereka yang secara alami sudah "pede". Temuan ini diharapkan memberikan implikasi besar kepada mereka yang mengalami hambatan sosial, yang kerap muncul pada kondisi-kondisi seperti autisme.














